7 Hal Yang Membuat Kamu Ingin Menginap di Santika Hotel Bogor

Kali ini saya mau review salah satu hotel di Bogor, yaitu Hotel Santika yang terletak di Jalan Raya Padjadjaran.
Awalnya saya pikir apanya yang menyenangkan menginap di Hotel Santika Bogor ini. Saat itu ingatan saya melayang pada sebuah hotel di Bogor, dimana kami pernah menginap bertahun-tahun lalu. Namanya saya lupa, tetapi entah kenapa pikiran saya mengasosiasikan hotel tersebut dengan Hotel Santika.
Melalui aplikasi Google Maps, saya melihat bahwa hotel ini sangat dekat dengan pintu keluar Jagorawi arah Bogor, tidak jauh dari Terminal Baranangsiang dan sangat dekat dengan Kebun Raya Bogor. Tetapi bagi saya kurang begitu menyenangkan melihat fakta ini, karena letak hotel ini agak cukup jauh dari tempat yang akan saya tuju selama 3 hari. What’s a pity of me!
Dan betul saja, hotel ini tidak jauh dari Terminal Baranangsiang. Dikarenakan kami datang pagi, dan waktu check in masih di siang nanti, maka saya akan menitipkan barang-barang terlebih dahalu. Dari arah keluar Jagorawi arah Bogor, kita berbelok ke kanan, menyusuri Jl. Raya Padjadjaran dan mencari putaran balik, karena Hotel Santika ini letaknya di seberang Kebun Raya Bogor. Pintu masuk hotel sempat terlewat, karena saya mengira bahwa itu adalah pintu masuk ke Botani Square, mall terbesar di Bogor. Sebetulnya tidak salah, karena Hotel Santika ini satu komplek dengan Mall Botani Square. Lucunya lagi, saya sempat berputar-putar mencari pintu masuk hotel. Duh, kampungan sekali yak.
Setelah memasuki Hotel Santika, segera saja pandangan saya yang awalnya biasa-biasa saja, berubah. Hotel ini masuk dalam daftar saya, jika saya akan datang lagi ke Bogor. Nah, apa yang merubah pandangan saya?

1. Lokasi strategis, hanya kurang lebih 40 menit dari Jakarta

Lokasi Hotel Santika sangat strategis. Terletak di Jalan Raya Padjajaran dan tidak jauh dari keluaran Jagorawi. Dari Jakarta sepertinya hanya memerlukan waktu kurang dari 1 jam. Saya sendiri berangkat dari Cilegon memakan waktu kurang lebih 2-2.5 jam perjalanan.


Selain lokasinya yang strategis, kamar hotel cukup besar. Kemarin saya memilih kamar superior dengan kasur twin. Tersedia akses wifi di setiap kamar, dengan password yang akan diberikan saat check in. Koran lokal disediakan setiap pagi di depan pintu kamar masing-masing. 

2. Kolam Renang yang cozy

Hotel Santika Bogor juga memiliki fasilitas kolam renang yang dapat memanjakan pengunjung. Kolamnya relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan Hotel Paragon Tangerang, tempat saya menginap sebelumnya. Kolam renang Hotel Santika, terletak di lantai 3, bersebelahan dengan restoran hotel. Berada di area yang sama, terdapat fasilitas spa dan massage.
Saat malam hari, duduk di tepi kolam renang sungguh menenangkan pikiran. Hamparan air kolam, dipadu dengan suasana malam yang sunyi, membuat kita serasa berada jauh dari hiruk pikuknya kota yang terkadang membuat kening berkerut.

3. Satu komplek dengan Mall Botani Square

Mall Botani Square ini merupakan mall terbesar, terlengkap dan terbaru yang ada di kota Bogor.
Dari dalam Hotel Santika, ada jalan tembus masuk ke dalam mall ini. Dari lantai LG, ada lorong masuk menuju lantai paling bawah Botani Square. Bermacam-macam tenant ada di mall ini, seperti Gramedia, Electronic City, Kids Toys, Panorama Tours, Charles & Keith, Crocodile, Giant, Fun World.
Tetapi dari semua itu, yang paling saya suka adalah lantai Food Courtnya. Wah, ternyata lengkap juga. Mungkin karena saya penggila makan, apapun menyangkut makanan pasti saya tertarik, apalagi dekorasinya lucu-lucu. Saya melihat ada satu kedai bernama Sagoo Kitchen, dengan dekorasi yang serba jadul. Buat yang ingin bernostalgia dengan masa lampau, atau generasi muda yang ingin tahu suasana masa lampau, bisa mampir di sini. Selain itu ada juga Bakmi GM, Yoshinoya, Master Wok, KFC, Rawon Goendoel, Mujigae, Ichiban Sushi, Rice Bowl, Chatime, Lotteria, Han Suki, Cimory dan lainnya.  Semua yang disebutin di ada di lantai 2 Botani Square. Di lantai dasar pun sebetulnya lumayan banyak juga tempat makan yang dapat dikunjungi, seperti: Pizza Hut, Old Town White Cofffee, J.CO Donat & Coffee, Ta Wan, Steak 21, dan lain-lain. Yang hobby makan, siap-siap bingung deh mau coba yang mana.
Di Botani Square, saya mencoba olahan udon dan tempura di salah satu restoran yang ada di lantai foodcourt. Rasa udonnya enak, dan tempuranya juga lumayan. Seandainya ada kesempatan datang lagi ke Bogor, saya ingin mencicipi aneka macam makanan yang ada di sini. Nama kedainya Marugame Udon.

4. Dekat Kebun Raya Bogor

Kota Bogor tidak pernah lepas dari Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor. Kedua tempat ini seolah telah melekat dan tidak bisa dipisahkan dari Kota Bogor. Terletak di tengah Kota Bogor, kebun raya yang mempunyai luas kurang lebih 87 hektar ini, konon kabarnya telah ada setidaknya sejak masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja, Prabu Siliwangi yang memerintah di tahun 1474 – 1513. Sang Prabu membuat hutan buatan ini dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan berjalannya waktu, Kebun Raya Bogor berubah menjadi kebun cantik bergaya Inggris klasik. Hal ini tidak lepas dari kontribusi Thomas Stamford Raffles yang karena kecintaannya terhadap dunia botani, mengundang W. Kent, seorang ahli botani Inggris yang ikut dalam pembangunan Kew Garden di London.
Selain ada istana kepresidenan, Istana Bogor, jika kita mengelilingi Kebun Raya Bogor, ada beberapa tempat yang dapat kita singgahi seperti Museum Zoologi, Istana Bogor, Herbarium, Tugu Lady Raffles, dan lainnya.

5. Staff yang ramah

Satu lagi yang saya suka di Santika Bogor adalah staff-nya ramah-ramah. Yang lucu adalah saat melewati jalan pintas menuju ke Botani Square yang berbentuk lorong memanjang. Dipertengahan area hotel dan area mall dibatasi oleh pintu kaca. Kanan-kiri hanya berupa kaca, dan ada ruang-ruang jaga sebelum memasuki area hotel. Suasananya sepi. Saat saya melewati lorong tersebut, pintu kaca terbuka sendiri. Hmmm...rupanya penjaga yang bertugas membukakan pintu tersebut untuk kita. Saya pikir kebetulan, tapi berikutnya saya bolak-balik ke situ, selalu saja pintunya dibukakan. Sumpah, serasa jadi putri raja saja deh.

6. Breakfast selera Nusantara

Pernah nggak sih nemu hotel, dimana menu sarapan paginya ada bermacam-macam jamu? Terus terang, saya baru menemukan di Hotel Santika Bogor. Ada beras kecur, ada kunyit asem, dan lainnya. Sepertinya sudah agak lama saya tidak melihat jamu-jamu ini dituangkan dari botol kaca bulatnya yang khas di yayu penjual jamu gendong.



 Menu sarapan lainnya yang dihidangkan pun tidak hanya selera western, tetapi juga selera Nusantara yang lengkap. Ada aneka sambal nusantara, lalapan, toge goreng, doclang, aneka gorengan seperti bakwan jagung, ada tempe bacem, ada soto, daging gepuk. Pokoknya selera nusantara deh.

7. Cari oleh-oleh gampang

Pergi ke luar kota tentunya tidak lepas dari kegiatan berburu oleh-oleh khas tempat yang kita kunjungi. Di kota Bogor sendiri dengar-dengar banyak tempat makanan dan tempat oleh-oleh enak. Tapi dasar saya yang kudet, saya bingung, oleh-oleh kota Bogor apa yak? Yang saya ingat cuma lapis Bogor, yang sempat hit beberapa waktu belakangan ini. Entahlah, apakah saat ini masih hit atau tidak. Tapi yang pasti, saya belum pernah mencoba kue yang katanya bikin orang antri saat beli dan dibatasi pembeliannya. Jadi, bagi saya, lapis Bogor tetap merupakan oleh-oleh prioritas saya.
Nah, untuk membeli oleh-oleh, ternyata tidak mesti jauh-jauh putar-putar kota Bogor, karena tidak jauh dari Hotel Santika Bogor, terdapat tempat yang menjual oleh-oleh Bogor. Ada beberapa toko, yaitu Oleh-oleh Sentra Kita dan Rumah Talas Bogor. Awalnya saya bingung mana yang harus saya masuki. Akhirnya saya masuki keduanya dan membeli beberapa varian Lapis Bogor: rasa talas original, rasa talas keju, rasa durian, rasa coklat di toko Sentra Kita. Sedangkan di Rumah Talas Bogor, saya membeli brownies talas kukus dan kue gampit. Harga lapis dan brownies berkisar antara Rp30.000 – Rp35.000, tergantung dari jenisnya. Selain lapis dan brownies juga terdapat aneka jenis oleh-oleh lain, seperti pancake durian yang dijual satuan atau dijual per 6 biji.

Tips Berkunjung Ke Kota Bogor

1. Be prepared! Sulit dapat taksi di Bogor

Di Bogor sepertinya sangat sulit mendapatkan taksi. Ketika saya hendak kembali ke hotel, saya meminta tolong untuk dipanggilkan taksi, tetapi orang yang saya tanya malah menyarankan saya naik angkutan kota, karena menurutnya di Bogor sangat susah taksi. Entahlah, kenapa waktu itu saya tidak kepikiran untuk minta disediakan jemputan dari hotel ya. Tapi, ada untungnya juga sih naik angkutan kota, setidaknya saya sedikit tahu jalanan di kota Bogor yang dilewati angkutan kota tersebut.

2. Ketahui rute angkutan umum

Bogor sendiri selain terkenal dengan sebutan kota hujan karena memiliki curah hujan rata-rata/tahun sekitar 3.500-4.000 millimeter, rupanya mempunyai nama lain yaitu kota sejuta angkot. Tidak heran, Mas dan Mbak yang saya tanya malah bengong dan berpandang-pandangan kebingungan, ketika saya bertanya dimana saya bisa memesan taksi untuk kembali ke hotel. Atau malah ngga mustahil mereka menganggap, sok banget sih pake taksi. Sumpah, baru tahu nggak ada angkot di Bogor. Btw, ini kebalikannya dari Bali, yang mana justru di sana sangat sukar menemukan angkutan umum. Percaya ngga percaya sih di Bogor susah dapat taksi.
Untuk yang tidak membawa kendaraan pribadi, sangat penting mengetahui rute angkot. Angkotnya banyak sekali! Saya saja bingung naik angkot yang mana, untungnya banyak juga peserta yang berasal dari Jakarta yang tahu seluk beluk kota Bogor, jadi saya tinggal mengikutinya, karena pasti tujuan mereka ke Baranangsiang.

3. Siap selalu payung atau jas hujan di tas

Udah tahu dong julukan Kota Bogor? Yup! Hujan, Petir, dan Angkot! Jadi, di sini berlaku pepatah, sedia payung sebelum hujan. Selama 3 hari di Bogor kemarin, sepertinya selalu gerimis mengundang. Jadi terpaksa saya mengurungkan niat walking-walking around, hihi. Ah, sebenarnya sih memang malas keluar saja.

4. Lebih baik tahu peta

Di Bogor, rupanya banyak juga jalur satu arah. Saya saja kalau tidak menggunakan aplikasi Waze atau Google Maps mungkin sedikit bingung, soalnya angkutan kotanya muter-muter. Jadi ceritanya, saat pulang dari pelatihan, hari pertama saya ikut teman menaiki angkot yang mengelilingi Kebun Raya Bogor, nah hari kedua, bingung, asal naik angkot, yang ternyata rutenya berbeda dengan hari sebelumnya. Hmmm...untungnya ada aplikasi Waze dan Google Maps, yang bisa membantu biar kita ngga buta-buta banget lagi ada di area Bogor sebelah mana.
Nah, begitulah cerita menginap di Santika Bogor.

3 comments:

  1. recomended bgd nih hotelnya
    tengkiu infonya yak

    ReplyDelete
  2. Wuaahh jadi pingin ke hotel ini deh. :D Kapan bisa ke Bogor ya? :(

    ReplyDelete
  3. hotelnyaa lengkap banget yaa sampe deket mall dan tmpt beli oleh2, startegis untuk di Bogor :)

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Silahkan tinggalkan jejak, ya.

Follow my media social for any update of articles
Twitter: @mandalagiri_ID
Instagram: mandalagiri_ID

 

About Me

My Photo

Travel - Eat - Write
"Learn from yesterday, life for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning - Albert Einstein"

Facebook | Levina.Mandalagiri
Twitter | @mandalagiri_ID
Instagram | mandalagiri_ID

Followers

Google+ Followers

Warung Blogger

Hijab Blogger

Kumpulan Emak Blogger

IDCorner

ID Corners

Fun Blogging

Fun Blogging

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan