Kuliner Cilegon: Sensasi Ramen Sakura

Siapa yang belum pernah makan Ramen?

Hmmm..., yang belum pernah makan ramen, coba deh, dijamin ketagihan.

Ngomong-ngomong soal ramen, di Cilegon, bisa dicoba Ramen Sakura. Dari namanya saja, sudah berbau-bau kejepangan yak. Sakura..., siapa sih tidak tahu bunga sakura yang identik dengan Jepang? Hmmm..., tapi tiba-tiba jadi inget kartun Card Captor Sakura deh, kartun favorit tontonan zaman dulu. Itu lho, anak sekolah SD, 10 tahun, yang punya kekuatan magic, ngumpulin dan menyegel kartu clow yang terpencar.

Ramen Sakura, Ruko Giant, Pondok Cilegon Indah

kuliner cilegonBack to Ramen Sakura. Tempatnya terletak di ruko pertokoan Giant, perempatan lampu merah PCI (Pondok Cilegon Indah). Ramen Sakura akan terlihat setelah kita masuk ke dalam komplek pertokoan, diagonal berseberangan dengan cafe es cream, atau jika kita dari arah PCI, letaknya lurusan martabak Hoki.

Bernuansa serba merah, Ramen sakura menawarkan beberapa menu andalannya, yaitu chicken ramen, beef ramen, seafood ramen, baso ramen, ceker ramen. Weits, ceker! Indonesia banget yak. Haha.

Sesuai dengan namanya, menu ramen ini berbeda jenis lauk utamanya. Chicken ramen, berarti ada ayamnya, beef ramen berarti ada potongan daging sapinya, ceker ramen berarti ada ceker ayamnya. Hmmm..., buat para penggemar ceker, layak dicoba nih.

Bisa ngga yak, kita minta menu campuran, chicken, beef, ceker ramen? Iiih, maruk amat.

Di menu tertera, semua menggunakan mie Jepang, dengan tambahan toping potongan crab stick, telor dan sayuran. Kali ini kita memesan beef ramen level 3, sedangkan anak-anak yang ngga pakai level.

Nah, level ini maksudnya tingkat kepedasan. Jika datang ke sini, saat memesan akan ditanya: level berapa? Tingkat yang ditawarkan ada 10 level. 

kuliner cilegon
Sambil nunggu beef ramen datang, gantian saling foto. Jiiiah, selfie wae.
Ini dia! beef ramennya sudah datang. Penampakan pertama, okey. Kuah mie sedikit kental, berbeda dengan mie rebus yang sering dimasak di rumah yang biasanya lebih encer. Rasanya enak, gurih, cocok di lidahku.
kuliner cilegon
Sakura ramen dengan toping potongan daging sapi, crab stick, telor, dan sayuran
Hmmm..., gimana yang level 10 yak? Jontor bibir kayaknya, level 3 beef ramen yang kucoba saja sudah pedas rasanya. Kalau kita merasa kurang pedas, bisa request kok, minta sambal tambahan.

Menurut ibu yang punya Ramen Sakura, kalau ngga salah asli Tulungagung, awalnya membuka cafe ramen ini karena ingin memanfaatkan ruko bawah yang kosong. Ramen sakura ini dibuka sejak kurang lebih setahun lalu, dan akan merayakan ulang tahunnya yang pertama hari Rabu, 20 Mei 2015 ini. 
kuliner cilegon
Ceritanya narsis makan mie ramen.
Ramen yang ada di sini, adalah hasil racikan dan resep Ibu “Sakura” (lupa nanya namanya) sendiri ternyata.

“Awalnya bagaimana nih Bu, buka Ramen Sakura ini?” tanyaku.

“Awalnya sih, saya ingin memanfaatkan bangunan ini, sayang daripada kosong, saya coba buat usaha. Saya pikir, mie ramen di Cilegon belum ada, jadilah Ramen Sakura ini.”

“Enak Bu, mie ramennya. Frenchise Bu?”

“Ngga..., ini resep saya sendiri,” jawabnya, “awalnya sih saya coba dulu di rumah buat mie ramen, di bagikan ke tetangga. Ternyata tetangga-tetangga bilang enak dan suka. ”

Uuuh, hebat yak. Resep sendiri bisa seenak ini, ngga kalah sama resto-resto. Suka jadi ngiri dan salut sama pada wanita-wanita tangguh seperti ini. Ini ya, menu yang ada di Sakura Ramen:

kuliner cilegon
Menu Sakura Ramen
Oya, kalau ke sini, jangan lupa, kerupuk putih yang ada di meja kasir, itu gratis lho. Aduh! Aku tahunya terakhir, setelah mie ramennya habis. Pas ngobrol, Ibunya bilang, “ini, kerupuk yang di sini gratis,” sambil menyentuh wadah kerupuk besar di sebelahnya.

Tapi, kalau kerupuk yang diplastik kecil-kecil ini bayar ya..., namanya kerupuk seblak MakNyit.

kuliner cilegon
Kerupuk Seblak MakNyit, katanya sih low cholesterol, digoreng tanpa minyak.
Kerupuk ini katanya sedikit kolesterolnya, karena tidak digoreng menggunakan minyak, tapi disangrai.

Sssst...jangan bilang-bilang yak, ada bocoran, menurut Ibu “Sakura” (lupa nanya namanya!), sedang berpikir untuk mengadakan paket menu spesial saat ulang tahun pertamanya. Paket mie ramen plus teh botol Rp20.000, aduh...jadi pengen dateng lagi hari Rabu nanti.

Jadi, tunggu apa lagi? Yok, para penggemar ramen merapat di Ramen Sakura, Cilegon City Square Blok H No.8, Telpon 0254-394090

Sebetulnya ramen itu makanan khas Jepang bukan sih?

Setelah makan mie ramen, jadi penasaran. Kuahnya jenis apa yak? Ada berapa jenis ramen di Jepang? Ramen itu asalnya dari Jepang?

Ramen memang sangat populer di Jepang, dikenal sebagai kuliner khasnya. Di Jepang sana, banyak beragam jenis ramen, dan setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing yang menjadi andalan pariwisata daerahnya. Tapi ternyata, ramen ini asalnya dari daerah Lan Cao, Cina.

Konon kabarnya menurut catatan sejarah, orang Jepang yang pertama kali makan ramen adalah Tokugawa mitsukuni, pada abad ke-17. Jadi Tokugawa Mitsukuni ini dihidangkan mie kuah ala Cina oleh seorang ahli Konghuchu dari dinasti Ming yang sedang berada dalam pengasingan yang diundang ke Mito-han (水戸藩, rumah kediaman daimyo pada Edo period).

Pertama kali ramen diperkenalkan di daerah Chinatown di Kobe dan Yokohama pada perioda Meiji. Pada permulaan perioda Meiji, ramen disebut shina shoba yang mengandung arti mie Cina, tetapi kemudia orang lebih menyebutnya sebagai chuuka soba

Barulah pada tahun 1958, mie instan pertama berhasil dibuat oleh Momofuku Ando, pendiri Nissin Food. Oooh…, jadi Nissin ini pelopor mie instan donk yak…

Ada berapa jenis atau macam ramen?

Dari jenis kaldunya, ramen ada yang menggunakan kaldu ikan, kaldu ayam, kaldu babi (tonkotsu), kaldu campuran, ada juga kaldu sapi. Jika mengunakan kaldu ikan, biasanya tidak dicampur. Tetapi jika kaldu ayam bisa dicampur dengan kaldu babi karena rasanya cocok.

Tambahan bumbu untuk ramen, biasanya ada 3 jenis, yaitu:
  1. Shio (しお、塩 ), artinya dibumbui dengan garam,
  2. Shouyu (しょうゆ) yaitu ditambah kecap asin khas Jepang yang rasanya lebih ringan dan lebih encer dibanding kecap asin biasa.
  3. Miso (みそ、味噌) yaitu ditambah hasil rebusan fermentasi kedelai, beras atau campuran keduanya dengan garam, sehingga menjadi pasta miso. Mirip tauco lah kalau di Indonesia.
Pada umumnya, kaldu ikan cocok dengan shouyu, sedangkan shio pasangannya dengan shio. Nah, miso cocok berpasangan dengan kaldu ayam dan tonkotsu (kaldu tulang babi).

Mie-nya pun beragam jenis, dari bentuk dan ukuran, ada yang besar, ada yang kecil, ada yang keriting, ada yang lurus. Tergantung dari andalan daerah atau restorannya.

Ramen ini berbeda-beda, tergantung asal daerahnya. Enak, tidaknya ramen, biasanya ditentukan oleh rasa kuahnya.
kuliner cilegon
Shio ramen (wikipedia.com)

Ramen yang populer dan digemari?
1
Shio Ramen
Shio ramen adalah salah satu yang paling populer. Katanya, ini ramen tertua di Jepang. Kuah shio berwarna bening kekuningan, hampir transparan yang rasanya lebih asin dibandingkan ramen jenis lainnya. Umumnya ditaburi irisan daun bawang.

Shio ramen yang paling terkenal berasal dari Hokadate, Hokaido. Kuahnya khas, terkadang penjual ramen menambahkan bubuk keju sebagai penyedap.
kuliner cilegon
Shouyu ramen (wikipedia.com)

Shouyu Ramen
Shouyu ramen mempunya ciri khas, kuahnya yang agak coklat cerah. Sangat popular di area Honshuu, terutama dengan bumbu blackpepper-nya.

Shouyu ramen umumnya menggunakan mie keriting dan tidak setebal mie yang digunakan pada shio ramen.

Miso Ramen
kuliner cilegon
Miso ramen (wikipedia.com)
Ramen Miso ramen relatif lebih muda dibandingkan shio ramen atau shouyu ramen. Mulai terkenal pada sekitar tahun 1965-an. Ramen ini, awalnya lahir karena ketidaksengajaan, seorang pelanggan meminta mie dicemplungin ke sup misonya, dan ternyata rasanya disukai. Akhirnya lahirlah miso ramen.

Mie yang digunakan pada miso ramen biasanya tebal, keriting dan sedikit kenyal.

Miso ramen terbaik katanya ada di Sapporo, Hokkaido, yang memang merupakan tanah kelahirannya. Sering disajikan dengan jagung manis dan mentega.

Tonkotsu Ramen.

Kuah mie berwarna putih kental, gurih, dan berminyak. Tak heran, karena jenis ramen ini memakai kuah yang berasal dari rebusan tulang babi. Tonkotsu ramen ini merupakan spesialitas dari area Kyuushuu, dan sering dihidangkan dengan irisan jahe. 
kuliner cilegon
Tonkotsu ramen (wikipedia.com)

Tonkotsu ramen, tercipta tanpa uji coba, ketika seorang koki di Kyushu, pada sekitar tahun 1947 tanpa sengaja meninggalkan potongan tulang babi dalam rebusan air mendidih untuk waktu cukup lama.

Katanya karena rasanya lezat dan disukai, dengan cepat popularitasnya menanjak, dan menyebar ke seluruh Kyuushuu. 

Cara Nikmat Memakan Ramen

Menurut orang jepangnya nih, cara terbaik menikmati mie ramen adalah memakan mie dengan cepat selagi panas, sampai menimbulkan bunyi slurp! Semakin keras bunyi "slurp" menunjukkan penghargaan untuk si koki, bahwa mie-nya enak. Setelah itu kuahnya diseruput seperti layaknya minum kopi. 

Nah, ternyata begitu seluk beluk ramen di Jepang. Hmmm…, lain kali kalau makan ramen lagi, jika ada kesempatan bertanya tentunya, daftar pertanyaan bertambah, kaldunya apa? Yang pasti sih, kalau di Indonesia, mungkin rasanya sudah campuran yak, dan kalau ke Jepang, jangan lupa yak, dipastikan tidak ada butaniku-nya alias daging babi, buat yang muslim.

7 comments:

  1. apakah di negeri asalnya kuah ramen rasanya pedas seperti ramen yg ada di sini? *jadi pengen tahu* hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmmm...kayaknya harus nanya dulu nih sama Nihon jin nya.
      Biasanya sih Nihon jin ngga suka pedas yak.

      Delete
  2. Patut di coba tp telat ngebacanya..#huntingtiadatara

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau mau nyoba, telepon dulu atau jgn nyengajain banget. Soalnya beberapa kali lewat sepertinya tutup. Entahlah, mungkin yang punya sedang mudik lebaran.

      Delete
  3. Enak ramen sakuranya, kuahnya gurih

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Silahkan tinggalkan jejak, ya.

Follow my media social for any update of articles
Twitter: @mandalagiri_ID
Instagram: mandalagiri_ID

 

About Me

My Photo

Travel - Eat - Write
"Learn from yesterday, life for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning - Albert Einstein"

Facebook | Levina.Mandalagiri
Twitter | @mandalagiri_ID
Instagram | mandalagiri_ID

Followers

Google+ Followers

Warung Blogger

Hijab Blogger

Kumpulan Emak Blogger

IDCorner

ID Corners

Fun Blogging

Fun Blogging

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan