Piknik Itu Penting, Ayah!

piknik itu penting"Ibuuu!" Teriakan si bungsu menggaung di rumah kami yang minim furnitur. "Ayahnya marah-marah sama Dede," tangisnya pecah, air mata mengalir di pipinya yang ranum. Terlihat suamiku di belakangnya mengelengkan kepala sambil nyengir.
Aku tertawa dalam hati. Duh, anak ini ternyata menyimpan bakat akting. "Ayah melototin Dede, Bu. Begini," Aisya menghampiriku memperagakan melotot dengan kedua bola matanya, "Ayah Jahat! Huuu...," tangannya Mengucek-ngucek matanya.
Aku memijit tombol ctrl+s, kemudian Kududukan Aisya dipangkuanku. "Mata ayah memang besar, Sya. Bukan melotot," hiburku. "Bener kok Bu, ayah marah," katanya ngotot. Air mata sudah sirna. Si bungsu ini, kalau bosan di rumah, ada saja kreativitasnya.
"Hmmm...kurang pikinik kali ya, jadi Aisya bosan?" Candaku, yang dijawab sengiran olehnya, "ayah tuh Bu, kurang piknik. Marah-marah melulu." Haha, malah ayahnya dibilang kurang piknik.
piknik itu penting
Piknik itu refreshing di alam bebas
Marah-marah sering diasosiasikan kurangnya kasih sayang atau piknik. Apalagi sejak jargon ini dipopulerkan oleh Walikota Bandung. Menurut Pak Wali, penyebab orang cepat marah karena kurang piknik dan selfie. Terlepas dari kontroversi, sebetulnya istilah kurang piknik sudah lama beredar. Dulu, kalau bos marah-marah, pasti anak buah pada kasak kusuk. "Ssst...si bos kayaknya lagi kurang kasih sayang", atau "ada apa dengan bu bos? Kurang piknik kali yak...", atau "lagi datang period".
Bukan tanpa alasan penyebutan kurang piknik dengan kondisi emosional seseorang, karena menurut penelitian, orang yang kurang piknik cenderung memiliki pandangan negatif dibanding orang yang cukup piknik.
Piknik tidak mesti harus menguras dompet. Banyak piknik yang bisa dilakukan dengan hemat. Piknik menurut aku keluar dari rutinitas pekerjaan, entah itu orang kantoran ataupun orang rumahan. Setiap orang butuh refreshing.
"Oke, sekarang kita ke Kaibon," seruku sambil mengangkat Aisya dari pangkuanku. Anak-anak bersorak riang, "horeee!" Kubereskan laptop dan kertas yang bertebaran. Be ready Kaibon Palace!
***
piknik itu penting
Istana Kaibon, piknik itu belajar sejarah
Istana Kaibon terletak di Banten Lama, sekitar 30 menit berkendaraan dari rumahku di perbatasan Cilegon. Aliran air sungai berwarna hijau dan pohon beringin tua yang setia menghiasi reruntuhan Kaibon.
Azka dan Aisya lari menuju reruntuhan yang masih menyisakan bentuk, bahwa di masa lampau, tempat ini merupakan istana air yang menawan, dilengkapi deretan anak tangga berundak, gerbang paduraksa, juga sisa-sisa bangunan lainnya.
"Putri Aisyaaa dataaang!" Teriakan Aisya terdengan kencang. Terlihat aisya mengangkat kedua tangannya seolah-olah memegang gaun panjang dan menaiki anak tangga, gerakannya layaknya cinderela di film kartun.
piknik itu penting
Piknik itu melatih percaya diri
"Kamu, pura-puranya sebagai putri ya, Sya. Aku ratu, ibunya putri," Azka berseru kepada adiknya. Aku tertawa melihat mereka bermain peran di pelataran Kaibon.
Hmmm..., ternyata manfaat piknik selain untuk refreshing, juga melatih daya imajinasi dan kreatifitas. Ibu dan ayahnya bisa bersantai, duduk di bawah pohon rindang di tengah keheningan, membaca buku sambil berkomunikasi ditemani semilir angin.
"Piknik irit ya," ujarku memandang anak-anak berlarian. "Hmm," dia mengiyakan dengan gumaman pendek. "Aku senang piknik ke tempat seperti ini, mengetahui sejarah masa lampau, kita bisa belajar kenapa orang-orang hebat zaman dahulu bisa menyatukan bangsa, mengapa akhirnya jatuh, hanya meninggalkan puing-puing seperti ini," mataku menerawang. "Hmm...," terdengar bunyi pendek lagi dari lelaki di sebelahku. Sungguh irit kata-katanya.
piknik itu penting
Piknik itu melatih kemandirian
Liburan seperti ini adalah saat melepaskan kepenatan pikiran, menikmati pemandangan, berkomunikasi antar anggota keluarga, sehingga akan terjalin saling pengertian. Terkadang, aku mendorong suamiku berliburan hanya berdua dengan Azka atau Aisya. 2 Tahun lalu, Azka bersama ayahnya backpacker melintasi Bali-Jawa dengan berbagai moda transportasi. Mau tidak mau, ikatan antara mereka terjalin lebih erat, menghadapi kesusahan dan kesenangan bersama selama perjalanan.
Tidak selamanya belajar harus di dalam ruang kelas. Piknik juga belajar. Ada perasaan bangga ketika anak-anak akhirnya berani berinteraksi dengan orang-orang dewasa yang ditemui. Ada kesenangan tersendiri ketika anak-anak antusias mengetahui cara menggunakan lift, mencoba sendiri berbagai hal. Ada perasaan haru ketika mereka bisa mengambil hikmah dari perjalanan liburannya.
piknik itu penting
Piknik itu belajar mencintai binatang
Tak hanya itu, liburan di Bogor seperti berkemah di Buper Mandalawangi memberikan pengalaman yang tak terlupakan. Jauh dari kebisingan suara kendaraan, jauh dari polusi udara perkotaan, suara kicauan burung di pagi hari, mata air pegunungan yang dingin menusuk tulang, bersampan di danau yang tenang, semuanya bisa membuat rileks. Bogor memang menawarkan berbagai jenis aktivitas liburan. Dari mulai aktivitas alam, sejarah, hiburan, sampai kuliner. Seandainya punya kesempatan pergi liburan ke Bogor lagi, aku ingin berjalan diantara kerumunan daun teh, mengunjungi Istana Bogor dan Cipanas, Kampung Budaya Sindangbarang, Museum Zoologi, Danau Situ Gede, Pura Agung Parahyangan Jagatkarta, Air Terjun Bidadari, aduuuh...kok masih banyak tempat yang belum pernah aku kunjungi di Bogor. Tak heran jika Bogor selalu dipadati wisatawan. Selain karena tempat wisatanya, juga kuliner Bogor dan hotel-hotel yang nyaman yang tersebar di seluruh Bogor.
piknik itu penting
Piknik itu berani bersosialisasi
"Ibu, ini dulunya istana bukan?" colekan Azka, membuyarkan lamunanku. Melihat aku masih bengong diulanginya pertanyaannya, "ini dulunya istana ratu?" Matanya penuh rasa penasaran memandangku.
"Hmmm...iya," sahutku, "istana ini persembahan raja Banten untuk ibunya, oleh sebab itu disebut Kaibon, yang artinya keibuan. Dibangun untuk ibu Sultan Syafiudin, Ratu Aisyah."
"Wah, namanya seperti namaku, Bu," potong Aisya, "horeee, aku Ratu Aisyah!"
"Ayo, kita main lagi," Azka mencolek adiknya, kemudian berlari ke arah gerbang Kaibon, diikuti adiknya di belakang, "tungguuu!" Teriakannya.
piknik itu penting
Piknik itu belajar menerima tantangan
"Tuh, piknik itu penting, Ayah," ujarku, menjauhkan buku dari pangkuan, "walaupun hanya sekedar di antara bebatuan. Bisa berkomunikasi dengan santai, menambah semangat, belajar sejarah juga sosialisasi, serta memperkuat tulang dengan aktivitas jalan atau lari."
"Hmmm..." Dia bergumam pendek lagi.
"Di tempat tenang dan terbuka seperti ini, di bawah hamparan langit luas, bisa menjadi waktu untuk self reflection," lanjutku, "merenungkan apa yang telah kita lakukan dalam hidup, apa keinginan terbesar dalam hidup ini, bagaimana pencapaian kita, dan lainnya."
"Hmmm..." Lelaki di sampingku bergumam pendek lagi.
Matahari mulai meninggi, perut sudah berteriak ingin berpesta. "Anak-anak! Pulang yuk! Makan dulu!" Teriakku sambil bertepuk tangan, diikuti oleh tolehan anak-anak yang kemudian berlarian ke arah kami. "Pada lapar ngga?" tanyaku, bangkit dari posisi duduk. "Luapaar buangeet!" Seru mereka kompak.
piknik itu penting
"Piknik itu penting, Ayah! Obat Galau :)"
"Asyik nggak pikniknya?" tanyaku, tersenyum mengoda mereka. "Asyik banget! Seru! Sampai berkeringat ya De?" jawab Azka melirik Aisya.
"Piknik itu penting ngga?" Candaku lagi. "Penting dong, Bu," bibir Azka mencucut, " Senin sampai Jum'at di sekolah, pusiiiing!" Lanjutnya lagi sambil memegangi kepala.
"Kalau pusing, pegang kepala aja," ledek ayahnya.
"Piknik itu penting, Ayah!" Teriak mereka bersamaan, disambut angkat tangan ayahnya tanda menyerah.
"Jadi, minggu depan kita liburan dimana nih?" Tanya ayahnya.
Dan, semua menjawab serempak, "Liburan di Bogor!"
***
piknik itu penting
Ikutan Yuk Lomba Blog Piknik Itu Penting


14 comments:

  1. saya kok belum pernah ke istana kaibon ya hehe...
    Bogor memang tempat piknik yg enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga baru sekali ini mbak...setelah lebih dari 10 tahun di Banten. Ternyata bagus buat berselfie ria. Pantes aja sering juga dijadiin tempat pemotretan atau prewed juga.

      Delete
  2. piknik memang asyik...
    ayo ke Bogor!!
    mumpung Bogor lagi menunjukkan jati dirinya nih...
    hampir hujan terus tiap sore...
    salam dari Bogor...

    ReplyDelete
  3. Hujan terus ya? Wah, Alhamdulillah. Di sini malah panas terik, banget. Belum turun hujan juga.
    Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah... tapi hujan terus cucian susah kering juga, mbak...
      gimana kalo numpang jemur di tempat mbak aja...
      hehehe

      Delete
  4. Ayo kita piknik lagi. Pengen ke Raja Ampat...

    ReplyDelete
  5. Ayo kita piknik lagi. Pengen ke Raja Ampat...

    ReplyDelete
  6. Replies
    1. Hayuuk Pak Sigit backpackeran lagi. Kalo Gong Traveling ada ke Taiwan ikut yuuk...

      Delete
  7. Seru. Terimakasih partisipasinya. Maaf. pengumuman diundur tgl 20 okt ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe..thank you mbak infonya. salam kenal dari Cilegon.

      Delete
  8. Seru. Terimakasih partisipasinya. Maaf. pengumuman diundur tgl 20 okt ya.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Silahkan tinggalkan jejak, ya.

Follow my media social for any update of articles
Twitter: @mandalagiri_ID
Instagram: mandalagiri_ID

 

About Me

My Photo

Travel - Eat - Write
"Learn from yesterday, life for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning - Albert Einstein"

Facebook | Levina.Mandalagiri
Twitter | @mandalagiri_ID
Instagram | mandalagiri_ID

Followers

Google+ Followers

Warung Blogger

Hijab Blogger

Kumpulan Emak Blogger

IDCorner

ID Corners

Fun Blogging

Fun Blogging

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan