9 Langkah Mudah Mengurangi Mabuk Laut Pada Anak-Anak

langkah mudah mengurangi mabuk laut
Mabuk laut itu berjuta rasanya. Kalau naik mobil atau kendaraan darat, kita mabuk, masih bisa minta berhenti, istirahat sebentar menghirup udara segar, rasa mual pun berangsur hilang. Lah, kalau di tengah laut, bagaimana cara menghentikan kapal? Kalaupun kapal berhasil berhenti tetap saja terombang-ambing ombak, apalagi jika ombak besar, duh rasanya isi perut mau keluar semua. Sebetulnya baik mabuk laut maupun mabuk darat, sama-sama menjengkelkannya. Dan biasanya orang mencoba berbagai macam cara atau tips untuk mengurangi kadar mabuknya. Ya, kalau mabuk terus menerus, kapan travelingnya dong? Hehe.

Dulu, teteh yang suka nemenin anak-anak, kalau mabuk sudah ngga ingat apa-apa. Sepanjang jalan muntah terus menerus. Makanya si teteh, jarang pulang kampung. Saya pun dahulu seperti itu. Saat saya masih kuliah di Bandung, ketika balik ke Bandung selepas pulang kampung sering saya menggunakan travel dari Kuningan. Biasanya travel berangkat dini hari, karena saya mengejar kuliah pagi. Entah karena jalanan yang berliku-liku, saya sering mengalami mabuk di kendaraan, dan biasanya senjata andalan saya adalah antimo dan kantung kresek hitam. Herannya kalau arah sebaliknya, dari Bandung menuju Kuningan, sedikit pun saya tidak pernah mengalami mabuk.

Penyebab Mabuk Laut & Akibat Yang Ditimbulkan

Fenomena mabuk ini sepertinya ada hubungan dengan getaran ataupun goncangan dari kendaraan ataupun kapal. Jadi sistem sensorik kita tidak sejalan dengan goncangan tersebut. Jadi otak menerima hal yang berbeda antara yang dirasakan dengan apa yang kita lihat. Misalnya, saat berada di dalam kapal, kita merasakan kapal naik turun atau goyang mengikuti gelombang di lautan. Apa yang kita rasakan itu dicatat di salah satu bagian telinga, dan telinga kita mengirim pesan syaraf ke otak bahwa kita memang bergerak naik turun. Tetapi, mata kita justru menangkap bahwa ruangan tidak bergerak, dan kedua mata kita mengirim sinyal syaraf mengatakan kepada otak bahwa kita tidak bergerak. Nah, bentrok deh itu sinyal! Satu bilang bergerak, satu bilang ngga bergerak.  Kebayangkan kalau kita terima informasi kanan dan kiri berbeda? Yang ada kepala mumet ngga tahu mana yang benar. Itu juga yang terjadi saat kita mabuk. Hmmm...mungkin itu sebabnya, saat kita pejamkan mata, perasaan mual agak sedikit berkurang ya. Ketika otak menerima sinyal yang berbeda, mungkin otak akan merespon SOS kali ya, sehingga merangsang produksi zat histamin, yang ujungnya menimbulkan reaksi mual dan ingin muntah.
langkah mudah mengurangi mabuk laut

Atau bisa jadi alasan psikis seperti saya tempo dulu. Giliran pulang kampung happy, jadi ngga merasakan mabuk, tapi giliran balik buat kuliah, sepertinya langsung stress berat, sehingga diperjalanan mabuk tidak berdaya. Haha, itu namanya mabuk karena alasan psikis. Yang pasti sih faktor pencetus utama adalah karena faktor keturunan, faktor kondisi tubuh yang tidak fit dan faktor perut dalam kondisi kosong.

Jangan sepelekan mabuk laut lho. Jika mabuknya berat, tekanan darah bisa anjok sehingga bisa menyebabkan seseorang pingsan. Demikian jika muntah-muntah hebat terus menerus. Tubuh akan mengalami dehidrasi dan kekurangan mineral. Nah kalau sudah sampai kekurangan mineral, katanya itu bisa berpengaruh terhadap kinerja jantung dan otot.

Tips Mengurangi dan Mencegah Mabuk Laut

Jadi apa yang harus kita lakukan untuk mengurangi mabuk laut? Berikut tips untuk mengatasi mabuk laut:

1]. Jangan biarkan perut kosong
Sebelum berangkat, isi perut terlebih dahulu hingga kenyang.Tapi jangan sampai kekenyangan lho. Malah kalau kekenyangan akan memicu mual juga. Biasanya saya minta anak-anak minimal makan barang 5 suap nasi, walaupun terkadang mereka protes ngga mau makan, karena ingin makan pop mie hangat di atas kapal. Eh, sebetulnya yang hangat-hangat seperti itu juga membantu mengatasi mual di perut sih.

2]. Pejamkan Mata
Kalau rasa mual menyerang dengan hebat, lebih baik pejamkan mata. Seperti saat kemarin menyeberang dari Merak ke Bakauheni, anak-anak sudah ribut saja merasa mual.

“Ibu, mual,” keluh mereka, “ombaknya besar ya?”

Kalau sudah begitu, biasanya saya meminta mereka untuk memejamkan mata dan tidur. Enaknya, mereka gampang tertidur. Bangun-bangun sudah sampai di Bakauheni. Ntar mereka dengan bangganya bilang, “sebentar amat Bu, udah sampai, kok aku ngga mual sama sekali?” Jiaah, padahal tadi siapa yang ngeluh mabuk laut.
langkah mudah mengurangi mabuk laut

3]. Gunakan Minyak Kayu Putih atau Balsam
Menghirup uap kayu putih atau balsam, katanya bisa mengurangi gejala mabuk, disebabkan aromanya yang segar. Bagi saya, prinsip ini tidak berguna. Aroma minyak kayu putih, hidung saya masih bisa menerima. Tapi jika sudah berurusan dengan bau balsam, duh rasanya kepala mendidih, saking ngga sanggupnya mencium aroma balsam yang menyengat.

4]. Mendengarkan Musik atau Melakukan Kegiatan yang Disukai
Nah, kalau ini cara yang asyik mengatasi mabuk laut. Tidak hanya mendengarkan musik sih, apa saja yang ingin didengarkan boleh, seperti misalnya murotal Al-Qur’an. Mendengarkan musik atau muratal Al-Qur’an, membuat kita lebih rileks, dan hal ini ternyata terbukti ampuh dapat mengurangi mabuk laut. Musik, murotal Al-Qur’an adalah salah satu hal yang berguna untuk traveling.
langkah mudah mengurangi mabuk laut

5]. Berjalan ke Buritan Kapal dan Menghirup Udara Laut
Dulu, saya pernah mengarungi samudera di sisi Barat Pulau Sumatera, traveling dari Teluk Bayur menuju Tanjung Priok bersama seorang teman. Gelombang samudera lebih besar ketimbang gelombang Selat Sunda, sehingga perasaan mual tidak berhenti-berhenti. Biasanya, untuk mengurangi rasa mual, saya menuju buritan atau geladak kapal. Berada di luar dan menghirup udara laut sedikit membantu menghilangkan mabuk laut. Hanya saja kelemahan cara ini adalah, muka menjadi gosong terbakar sinar matahari, apalagi jika berada di buritan atau geladak kapal saat matahari meninggi. Nah, kalau ingin mencoba cara ini untuk mengurangi mabuk laut, jangan lupa pakai sunblock dan pakaian tebal (jaket) untuk menghindari masuk angin karena angin laut sangat kencang. bekerja.



langkah mudah mengurangi mabuk laut

6]. Pilih Posisi Dengan Goncangan Terkecil
Carilah kabin penumpang yang berada di tengah-tengah jika naik kapal laut, karena posisi ini sangat kecil goncangannya. Dengan goncangan yang minim, diharapkan mabuk laut dapat dikurangi. Hmmm..., kalau kebetulan kapal lagi kosong sih dapat bebas milih di mana saja, tapi kalau kondisi lebaran yang sangat padat, kita tidak bisa memilih, kecuali dulu-duluan datang.

7]. Jahe Hangat & Buah-Buahan
Jika anak kita tipenya mudah mabuk laut, tidak ada salahnya membawa jahe hangat dan buah-buahan. Katanya jahe telah terbukti efektif dapat mengurangi perasaan mual-mual selama dalam perjalanan / traveling menyeberangi lautan. Untuk balita, bisa juga menggunakan parutan jahe dibadannya. Jika mual muncul, tawarkan buah-buahan untuk menghindari dehidrasi akibat mabuk laut.

8] Pijitan Mesra
Jika anak kita merasa tetap pusing dan mual, lalukan pijatan mesra di jemari tangan dan telapak tangan anak. Minta juga mereka menggerak-gerakan tangan dan kakinya guna memperlancar peredaran darah.

9]. Minum Obat Anti Mabuk
Buat saya, ini adalah cara terakhir jika segala macam cara tidak berhasil mengurangi mabuk laut. Hehe, sebenernya sih karena saya ngga suka minum obat sih. Bila ingin minum obat anti mabuk, sebaiknya diminum satu jam sebelum berangkat, sebab jika kita minum saat kapal akan mulai berangkat maka obat tidak akan efektif bekerja.

Zaman saya kecil dulu, saya masih ingat, selain minum obat anti mabuk, biasanya orang tua saya menutupi udel dengan salompas. Entahlah, bagaimana hal itu berpengaruh untuk mengurangi rasa mual akibat mabuk. Tetapi saya rasakan memang ada pengaruhnya juga.

Nah itu 9 langkah mudah untuk mengurangi mabuk laut pada anak-anak. Semoga bermanfaat ya.

9 comments:

  1. Tips menarik, rasanya bisa di terapkan juga ke orang dewasa. Saya sendiri kalau naik kapal masih sering mual-mual. Salah satu cara yg saya lakukan biasanya cuma tidur. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dulu sering mabuk mbak, darat maupun laut. Apalagi perut kosong ditambah jalanan melingker lingker kayak ular. Tiap bepergian ngga pernah lepas dari yang namanya bawa kantong kresek hitam kecil. Biasanya beli satu pak. Haha. Lucu kalau ingat itu. Sekarang sih Alhamdulillah ngga terlalu sering mabuk jika bepergian, entah karena sdh keseringan mungkin.

      Delete
  2. ini yang bikin saya masih suka ragu kalau mau ajak anak-anak naik kapal. Tapi terima kasih tipnya, ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Mbak. Anak-anak sih mungkin karena dari kecil beberapa kali naik kapal (ferry sih, hehe), ngga terlalu parah mabuknya. paling pusing dan merasa mual. Kalau udah begitu saya suruh tidur, kalau ngga saya ajak ke luar ke buritan atau geladak. Yang parah itu kalau pas dulu pulang kampung jalanan kayak ular meliuk liuk.

      Delete
  3. Kalau dulu saya selalu membiasakan minum air putih yang banyak dan nomor dua di atas (tidur). Nanti kalau sudah agak lama sedikit adaptasi bisa membuka mata dan melihat langsung suasana laut.

    ReplyDelete
  4. Tipsnya sangat berguna bagi yang harus bepergian naik kapal nih mbak :)

    Alhamdulillah selama ini saya tidak pernah bepergian yang mengharuskan naik kapal mbak Levi, karena lihat laut dari pinggir pantai aja sudah pusing seolah-olah ikutan terombang-ambing, hehe.
    Apalgi saya nggak bisa berenang jadi lengkaplah sudah alasan saya menjauhi kapal. Cukup mabuk darat aja deh kayaknya.

    Tapi kalau sekali-kali naik kapal sepertinya seru juga ya :)

    ReplyDelete
  5. wah ini bisa jadi referensi nih pas perjalanan via laut
    kebetulan aku juga mabokan mbak, nggak laut ga darat ataupun udara heheheh
    tapi biasanya yang paling ngefek sih pakai balsam dan inhaller (khususnya merek dragon entah sekarang masih ada apa engga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, betul. Beberapa orang memang suka pakai balsem atau inhallerinhaller, katanya byk membantu. Saya paling cuma kayu putih, kalau balsem ga tahan...hehe.

      Delete
  6. terima kasih. informasinya telah memberikan pencerahan pada saya. di tangan saya, informasi simple ini bisa berubah menjadi suatu program kemanusiaan yg luar biasa karena saya membacanya menggunakan sudut pandang yg lain.

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Silahkan tinggalkan jejak, ya.

Follow my media social for any update of articles
Twitter: @mandalagiri_ID
Instagram: mandalagiri_ID

 

About Me

My Photo

Travel - Eat - Write
"Learn from yesterday, life for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning - Albert Einstein"

Facebook | Levina.Mandalagiri
Twitter | @mandalagiri_ID
Instagram | mandalagiri_ID

Followers

Google+ Followers

Warung Blogger

Hijab Blogger

Kumpulan Emak Blogger

IDCorner

ID Corners

Fun Blogging

Fun Blogging

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan