Si Tipker Yang Bikin Pelit

kuliner cilegon martabak bandung kiki martabak tipis kering
“Duh, ingin ke Bandung nih, mau coba martabak tipis kering yang lagi tren di sana,” kata saya kepada teman saya, suatu ketika dalam perjalanan berangkat menuju tempat kerja.

“Ngapain jauh-jauh ke Bandung? Disini juga ada,” jawab Uni kebingungan mendengar saya ingin ke Bandung hanya karena ingin martabak tipis kering. 

“Sumpeh lo Ni? Dimana?” Saya kaget dan penasaran. Bukannya hanya di Bandung ya yang lagi ngetren martabak tipis kering itu? Kok Cilegon, kota kecil ini sudah mengenai martabak tipis kering atau yang sering disebut tipker ini? 

“Ih, gue mau udah lama suka pesen yang tipis,” jawab Uni, “di PCI, di Martabak Bandung tea.” Saya tahu letaknya martabak ini, tapi rasanya saya tidak pernah melihat ada menu tipis keringnya. “Ya minta atuh sama si Mamangnya,” lanjut Uni seolah mengerti apa yang ada dibenak saya. “Biasanya dia mau bikinin yang tipis kering, tapi kalau ngga ramai, soalnya agak susah bikin martabak tipis kering, hanya satu orang yang ahli,” kata Uni lagi. Saya tahu memang Martabak Bandung ini favorit Uni. Walaupun ada martabak yang lebih enak, rasanya Uni selalu memesan martabak di sini. Dan, walaupun kaki lima, tapi rasanya yahud. Bisa dibilang ini martabak langganam Uni. Terkadang Uni hanya tinggal telepon, minta dibikinin martabak, begitu turun dari bis jemputan sepulang kerja, martabak sudah siap diambil.

Setelah obrolan di pagi itu, saya lupa tentang si tipker ini. Entah karena kesibukan di tempat kerja, atau kesibukan yang lainnya, tipker lenyap dari benak saya. Sampai tadi malam, ketika saya harus pulang melebihi jam kerja, bis jemputan yang membawa saya pulang berhenti di depan Martabak Bandung. Karena memang kalau malam, bis jemputan hanya melewati jalur tertentu, sehingga saya harus turun di titik terdekat dari rumah. Yaitu turun di PCI (Pondok Cilegon Indah). Tiba-tiba saya teringat kembali dengan si tipker. Ah, kebetulan nih, sepertinya masih belum begitu banyak orang yang membeli, jadi saya bisa minta dibuatin tipker.

kuliner cilegon martabak bandung kiki martabak tipis keringMasih ada beberapa pembeli saat saya sampai di depan gerobak. Si Mamang agak sedikit sibuk melayani pembeli. Selain martabak manis, di Martabak Bandung ini juga ada martabak asin alias martabak telur (ayam dan bebek), dan kue pukis. Pukisnya aneka rasa, malah ada yang rasa nenas segala. Seorang ibu berkerudung memborong pukis yang tersisa. Pukisnya kelihatan enak, tebal, empuk dan legit. Setelah selesai melayani pembeli pukis, saya pun bersuara.

“Mang, martabak manis keju ya satu,” saya memesan martabak keju, setelah melirik daftar harga yang tertempel di kaca gerobak. “Dibikin tipis ya,” pinta saya.

“Martabak tipker?” tanya si Mamang meyakinkan, “martabak kayak Aston?” Saya agak sedikit bingung, apa Aston juga menjual martabak tipker? Ah, entahlah. Saya mengangguk mengiyakan, walaupun saya tidak tahu nantinya akan seperti apa martabak tipker yang seperti Aston ini. Yang penting dibuat tipis martabak manisnya.

Si Mamang mulai beraksi, mengeluarkan adonan. Untuk adonan si tipis kering ini, ternyata hanya memerlukan sedikit adonan dibanding martabak manis biasa. Si Mamang menuangkan sedikit adonan ke dalam wajan teflon bulat, kemudian diratakan tipis-tipis. Saya sedikit takjub melihat keterampilan si Mamang membuat meratakan adonan tipker. Setelah agak setengah matang, mamang kembali meratakannya, dan dibiarkan hingga sedikit mengering. Serutan keju kemudian ditambahkan ke dalam martabak, dan martabak pun isap diangkat.  

kuliner cilegon martabak bandung kiki martabak tipis kering


“Berapa Mang?” tanya saya, sudah siap-siap uang seharga yang terera di daftar harga.

“Dua puluh ribu,” jawabnya. Oh, ternyata lebih murah dari harga martabak manis biasa yang dibandrol Rp 31.000/loyang untuk martabak keju. Ada macam-macam toping, tapi masih standard, bukan seperti martabak yang terkenal di Bandung itu, yang ada rasa green tea, cakalang dan lain-lain. Di sini hanya tersedia topping kacang, wijen, coklat, keju. Bisa minta dicampur, atau dibikin setengah keju setengah coklat.

Hmmm..., sudah kebayang nih enaknya makan martabak tipker, krez, krez, krez. Tak terasa saya pun menelan ludah. Kupanggil ojeg, biar lebih cepat sampai di rumah, tak sabar rasanya ingin mencoba si tipker. Sampai di rumah, langsung saya buka kotaknya. Penasaran, bener ngga tipker yang dimaksud. Soalnya tadi saya sedikit meleng saat akhir-akhir. Tahu-tahu tipkernya sudah masuk dalam kotak putih kecil. Saya ngga melihat saat si tipker diangkat dari wajan teflon bulat itu. Daaan, ini penampakannya!

kuliner cilegon martabak bandung kiki martabak tipis kering


Rupanya 1 loyang martabak tipker, dipotong menjadi 5 bagian. Bentuknya tipis, dan pinggirannya sangat garing dan kelihatan renyah. Terlihat dari pinggirannya yang curly, menandakan kegaringan tepian martabak tersebut. Iya betul, ini adalah martabak tipker. Ngga salah Uni memilih martabak kesukaannya.

Ketika sedang memperhatikan ketipisan tipker, tiba-tiba anak-anak datang dari atas. “Apa itu Bu?” Tanya mereka penasaran melihat saya memandangi si tipker. “Ini, martabak tipker, tipis kering,” jawab saya. “Harum banget sih, Bu. Mau ya?” Tanpa menunggu jawaban saya, tangan-tangan mungil mereka menyambar si tipker. “Eits!” Saya menghalangi tangan mereka, “cuci tangan dulu dong, masa makan martabak ditemani si kuman.” Mereka ketawa dan langsung berlarian untuk mencuci tangan. Dan tidak lama kemudian, tipker pun diserbunya.

“Enaaak!” seru Azka dan Aisya, “beli dimana, Bu?” tanyanya sambil tangan yang satu lagi rebutan untuk mengambil potongan tipker, padahal tipker di tangan satunya belum habis dimakan. 2 potong martabak tipker telah berpindah ke tangan masing-masing, tersisa satu untuk saya. “Lho, teh Mona ngga dikasih?” tanya saya, “kasih dong satu potong, yang satu potongnya dibagi dua”. Mereka menggeleng, berat hati memberikan satu potong si tipker. “Ibu sih, belinya satu. Ini enak banget!” seru Aisya dengan mulut sibuk mengunyah, dan tangan yang satu lagi memegang tipker yang masih utuh.  Duh, tipker bikin sifat pelit mendominasi. “Jadi, Ibu cuma kebagian satu potong nih?” tanya saya sambil geleng-geleng kepala. Giliran enak saja, ngga inget-inget. Hahaha.

Saya mengambil satu potong martabak tipker yang tersisa. Hmmm..., ternyata benar-benar garing sempurna. Bunyi krez, krez, krez di mulut saja terdengar. Dan rasanya? Jangan ditanya deh, enak, enak dan enak! Nyesel juga kenapa tadi ngga beli dua ya.

Dalam sekejap martabak tipker pun habis. Duh, satu potong mah cuman nyangkut di tenggorokan doang. Ngga berasa makan tipker deh. Kuraaang banyak!! Arrrghhh!

kuliner cilegon martabak bandung kiki martabak tipis keringYang mau coba martabak manis tipker-nya Cilegon, bisa mampir di PCI, di depan Kimia Farma, ada gerobak martabak yang mangkal di situ. Namanya Martabak Bandung Kiki. Ngga susah kok nyarinya. Waktu buka sore hari sampai malam. Di situ juga terdapat banyak jajanan selain martabak. Ada siomay, sate padang, kebab, es cendol, seblak, bubur ayam, mie ayam, dan lain-lain. Jika berwisata ke Cilegon, mampirlah di kawasan PCI ini. Banyak jajanan kaki lima yang tersedia di malam hari. Selamat menikmati kuliner Cilegon Ya!

11 comments:

  1. Kayak kue leker gitu mungkin ya mbak Levi? Saya belum pernah nyoba nih, jadi pingin hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kayak crepes gitu..cuma agak tebalan dikit. Iya kayak kue leker...cuma saya juga blm pernah icip kue leker hehe...

      Delete
  2. Iya mbak, beli kok cuman satu.... kan kasihan si Azka dan Aisya, berbagi pun dengan berat hati. Duh anak e Mbak Levina aja suka, apalagi saya? hehehe. Lumayan bersahabat ya mbak dengan harga segitu,,, okelah si Tipker memang bikin pelit tapi enak, hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nyesel juga beli satu, belum tentu pas datang lagi pas sepi..whuaa. biasanya kata temen sih kalo lagi rame suka ngga bisa...karena bikinnya emang sdkt ribet dr martabak manis biasa.

      Delete
  3. Martabak Tipis Kering???? Ko saya yang sudah 24 tahun tinggal di Bandung belum pernah coba ya ?? :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di Bandung ada tuh Mas, martabak kekinian...martabak Tropica, macam macam martabak manis ada di aitu kt y. Belum pernah juga sih saya ke situ. Dah lama eung ga ke Bandung.

      Delete
  4. waw...yummy...jadi kayak martabak telur ya tipisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tipis lagi Mak..hehe. Mirip crepes tp agak tebel..eh mirip kue leker..

      Delete
  5. walah aku malah baru tahu ada makanan kayak gini , haduhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini martabak manis Mbak Tika, hehe. Hanya saja adonan kulitnya minta ditipisin saat dibuat. setipis mungkin .. xixixi.

      Delete
  6. ngebaca beginian di pontianak dan sekarang lagi hujan, untung di depan gang ada yang jualan hehehe

    ReplyDelete

Terima kasih telah berkomentar. Silahkan tinggalkan jejak, ya.

Follow my media social for any update of articles
Twitter: @mandalagiri_ID
Instagram: mandalagiri_ID

 

About Me

My Photo

Travel - Eat - Write
"Learn from yesterday, life for today, hope for tomorrow. The important thing is to not stop questioning - Albert Einstein"

Facebook | Levina.Mandalagiri
Twitter | @mandalagiri_ID
Instagram | mandalagiri_ID

Followers

Google+ Followers

Warung Blogger

Hijab Blogger

Kumpulan Emak Blogger

IDCorner

ID Corners

Fun Blogging

Fun Blogging

Blogger Perempuan Network

Blogger Perempuan